Jumat, 25 Maret 2011
Kamis, 24 Maret 2011
A good achievement can be started from these things
Tweet dari @AdibHidayat
Foto di atas memampangkan 3 nama band lokal kita yang masuk uncharted billboard artist. well, semoga semuanya semakin bertambah baik. this proves that our music is cool!
Sabtu, 19 Maret 2011
Bieber isn't a god
Bieber fever? ya memang kata-kata ini yang banyak menjangkiti anak-anak remaja sekarang. Saya tidak tahu apa yang membuat orang-orang sungguh tergila-gila olehnya. orang bodoh yang bilang begitu. jelas, untuk umur yang masih belasan tahun itu, dia mempunyai paras yang tampan dan juga suara yang bagus. namun tanpa sadar ia melakukan sesuatu yang, menurut saya, benar-benar buruk. sekali lagi, mungkin tanpa ia sadari.
Banyak orang yang rela melakukan apapun untuknya. inikah kekuatan seorang bintang? Beberapa hari lalu, saya baca di sebuah website berita yang memunculkan tentang sebuah patung Justin Bieber yang dibangun di London. wow, sebegitu berhargakah dia? saya rasa ini sesuatu yang berlebihan. bisa jadi, suatu saat patung ini akan jadi sembahan berhala untuk mereka yang benar-benar mau mengorbankan segalanya demi dia.
Mengutip pesan dari Jordan Knight, salah satu vokalis dari New Kids On The Block, yang berpesan “Jangan biarkan fansmu membuatmu berpikir bahwa kamu adalah Tuhan”. hal ini memang sesuai dengan realita yang terjadi di sekitar kita. mungkin Jordan mengingat akan kesuksesan yang diraih Bieber dalam sekejap mata melalui situs Youtube , dapat membuat Bieber menjadi kacang yang lupa kulitnya.
Sekali lagi, saya hanya mengingatkan. mengidolakan seorang bintang itu biasa. semua orang pasti punya idola. namun kita tau, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. jadi, kendalikan diri kalian. jangan terlalu berlebihan ketika bertemu idola anda, saya rasa idola anda juga butuh privasi. Dan mungkin itu semua bukan sepenuhnya salah Bieber.
Kamis, 10 Maret 2011
Corruption is in the air, even in a small company or industries
Hai teman-teman, bagaimana kabar kalian? semoga saja dalam keadaan sehat dan juga sedang mood untuk membaca blog saya hahaha. maaf untuk judul kali ini terlihat sedikit absurd.
Beberapa hari ini, saya menyadari suatu hal tentang budaya Indonesia yang saya bilang "cukup lestari" karena banyak dilakukan oleh para pejabat-pejabat tanah air kita. ya, itulah korupsi. saya begitu menyadari bahwa kegiatan korupsi ini ternyata bisa terjadi dimana-mana, bahkan di perusahaan kecil ataupun kehidupan keluarga sekalipun.
Hal ini berawal ketika runah saya yang sedang direnovasi minggu lalu, terjadi beberapa keganjilan di setiap bangunan rumah yang saya temukan.
Okay, sebelumnya saya akan jelaskan tentang rincian rumah saya. ya, sebenarnya rumah saya sekarang ini pun bukanlah milik pribadi, ini rumah dinas. memang ada yang bilang bahwa rumah dinas itu tidak boleh direnovasi. Namun selama renovasi itu masih di dalam batas wilayah satu tanah, menurut saya tidak ada salahnya jika rumah dinas direnovasi, selama kita masih mengikuti kaidah yang berlaku.
Jika kalian bertanya apakah gambar diatas itu, saya akan menjawab. ini adalah gambar dinding rumah saya yang berlubang karena dimakan rayap. ini bukan semata-mata karena rayap, jika dilihat pun mustahil rayap bisa melubangi tembok yang sangat padat. dan saya akhirnya menyadari bahwa campuran dari tembok itu adalah dominan pasir, yang seharusnya dominan semen daripada pasir.
Dari kondisi di atas, jelas bahwa ada permainan dalam pemilihan bahan bangunan dan juga biaya pembangunan yang diminimalisir oleh para kontraktor. saya heran kenapa hal yang menurut saya sangat kecil seperti ini bahkan dimanfaatkan oleh oknum yang serakah. Disinilah saya berkesimpulan bahwa setiap hal dapat dikorupsi oleh orang-orang yang tepat.
Beberapa hari ini, saya menyadari suatu hal tentang budaya Indonesia yang saya bilang "cukup lestari" karena banyak dilakukan oleh para pejabat-pejabat tanah air kita. ya, itulah korupsi. saya begitu menyadari bahwa kegiatan korupsi ini ternyata bisa terjadi dimana-mana, bahkan di perusahaan kecil ataupun kehidupan keluarga sekalipun.
Hal ini berawal ketika runah saya yang sedang direnovasi minggu lalu, terjadi beberapa keganjilan di setiap bangunan rumah yang saya temukan.
Okay, sebelumnya saya akan jelaskan tentang rincian rumah saya. ya, sebenarnya rumah saya sekarang ini pun bukanlah milik pribadi, ini rumah dinas. memang ada yang bilang bahwa rumah dinas itu tidak boleh direnovasi. Namun selama renovasi itu masih di dalam batas wilayah satu tanah, menurut saya tidak ada salahnya jika rumah dinas direnovasi, selama kita masih mengikuti kaidah yang berlaku.
Jika kalian bertanya apakah gambar diatas itu, saya akan menjawab. ini adalah gambar dinding rumah saya yang berlubang karena dimakan rayap. ini bukan semata-mata karena rayap, jika dilihat pun mustahil rayap bisa melubangi tembok yang sangat padat. dan saya akhirnya menyadari bahwa campuran dari tembok itu adalah dominan pasir, yang seharusnya dominan semen daripada pasir.
Dari kondisi di atas, jelas bahwa ada permainan dalam pemilihan bahan bangunan dan juga biaya pembangunan yang diminimalisir oleh para kontraktor. saya heran kenapa hal yang menurut saya sangat kecil seperti ini bahkan dimanfaatkan oleh oknum yang serakah. Disinilah saya berkesimpulan bahwa setiap hal dapat dikorupsi oleh orang-orang yang tepat.
Sabtu, 05 Maret 2011
Akhirnya, NAIF kembali
Akhirnya, Naif kembali lagi. saya tidak bisa banyak berkata lagi. saya sungguh merindukan segala keunikan band ini untuk menghajar panggung kembali.
Jumat, 04 Maret 2011
Blame, Excuse, and Justify
Hai para pembaca. Maaf yang telah menunggu posting dari saya cukup lama. Saya baru blogging lagi setelah aktivitas yang cukup padat. Satu alasannya, school bussiness -_- .
Mungkin anda akan bertanya-tanya apa maksud dari kata-kata yang tertulis pada judul kali ini. Ya. Blame, excuse, and justify adalah 3 hal yang harus dihindari ketika ingin mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Blame, jika diartikan secara bahasa, berarti menyalahkan. Menyalahkan orang lain atas suatu hal yang terjadi tidak bagus sesungguhnya. Bisa-bisa, kita dijauhi teman-teman kita. Ini pun mempengaruhi diri kita untuk terus menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kita perbuat, sehingga kita tidak pernah introspeksi diri.
Excuse, secara bahasa diartikan sebagai alasan. Maksudnya disini ialah orang yang terus membuat alasan-alasan agar dirinya selalu benar. Hal ini merupakan penghambat besar bagi diri kita untuk berkembang. Mungkin orang beralasan itu wajar, namun tidak harus melulu beralasan dalam segala hal.
Yang terakhir, justify. Secara bahasa berarti memaklumi. Simpel saja, "orang yang terus memaklumi segala kesalahan yang diperbuat tidak akan pernah mengalami progress dalam hidupnya".
Semoga hal ini dapat membantu kalian dalam meng-introspeksi diri. Tetap bertanggung jawab akan sesuatu yang telah kita perbuat, dan jangan menyalahkan orang lain atas sesuatu yang telah terjadi.
Mungkin anda akan bertanya-tanya apa maksud dari kata-kata yang tertulis pada judul kali ini. Ya. Blame, excuse, and justify adalah 3 hal yang harus dihindari ketika ingin mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Blame, jika diartikan secara bahasa, berarti menyalahkan. Menyalahkan orang lain atas suatu hal yang terjadi tidak bagus sesungguhnya. Bisa-bisa, kita dijauhi teman-teman kita. Ini pun mempengaruhi diri kita untuk terus menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kita perbuat, sehingga kita tidak pernah introspeksi diri.
Excuse, secara bahasa diartikan sebagai alasan. Maksudnya disini ialah orang yang terus membuat alasan-alasan agar dirinya selalu benar. Hal ini merupakan penghambat besar bagi diri kita untuk berkembang. Mungkin orang beralasan itu wajar, namun tidak harus melulu beralasan dalam segala hal.
Yang terakhir, justify. Secara bahasa berarti memaklumi. Simpel saja, "orang yang terus memaklumi segala kesalahan yang diperbuat tidak akan pernah mengalami progress dalam hidupnya".
Semoga hal ini dapat membantu kalian dalam meng-introspeksi diri. Tetap bertanggung jawab akan sesuatu yang telah kita perbuat, dan jangan menyalahkan orang lain atas sesuatu yang telah terjadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
